Prehistory

SANG PENEMU PULAU JAWA

Indonesia, wilayah yang subur dan kaya akan sumberdaya alam ini memiliki daya tarik bagi para bangsa asing untuk singgah, menetap dan mengeksploitasinya. Sejarah bangsa ini telah mencatat bagaimana bangsa-bangsa asing seperti India, Arab dan Eropa berbondong-bondong datang ke negeri ini, berdagang, menyebarkan agama dan akhirnya menjajah bangsa ini seperti yang dilakukan oleh bangsa Belanda selama kurang lebih 3,5 abad lamanya.

Namun jauh sebelum itu,  beberapa juta tahun yang lalu, negeri ini telah menjadi perhatian kelompok “manusia” yang disebut Homo erectus (jenis Primata yang sudah berjalan tegak dan di Indonesia lebih dikenal dengan nama Pithecantropus erectus) yang bermigrasi dari Afrika menuju ke wilayah Eropa dan Asia dan akhirnya singgah dan menetap di Pulau Jawa. Pada tulisan ini, kita akan kembali kemasa sekitar 2 – 1,5 juta tahun yang lalu, dimana Homo erectus datang, hidup dan berkembang di Pulau Jawa.

Siapa Mereka?

Sampai saat ini, Africa merupakan wilayah yang dipercaya sebagai tempat asal dari genus Homo (yang kemudian menurunkan manusia modern). Hal ini berdasarkan banyaknya fosil-fosil tertua yang ditemukan di benua ini, seperti Austrolopithecus (salah satunya yang dikenal dengan nama “Lucy”) yang berasal dari sekitar 5 – 4 juta tahun yang lalu (kemungkinan punah sekitar 1 juta tahun yang lalu) dan Homo habilis yang diyakini merupakan “manusia” pertama yang muncul sekitar 2,5 juta tahun yang lalu di Afrika.  Sedengkan Homo erectus  muncul sekitar 1,7 juta tahun yang lalu. Penemuan fosil-fosil manusia purba (terutama dari jenis Homo erectus) di wilayah lain seperti Eropa dan Asia menimbulkan banyaknya interpretasi mengenai migrasi manusia purba dari Afrika ke wilayah lain (Out of Africa).  Homo erectus merupakan manusia pertama yang meninggalkan Africa.

(Sangiran 17 dan Sangiran 8)

Perjalanan panjang menuju Jawa

Menurut para ahli, pada masa prasejarah terdapat tiga kali proses migrasi manusia selama kala Pleistocene dan Holocen ke wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia; Homo erectus tiba di Jawa sekitar 1,6 juta tahun yang lalu, diikuti oleh migrasi Homo sapiens  sekitar 60 – 40 ribu tahun yang lalu dan persebaran Austronesian dari Asia Tenggara sekitar 6000 tahun yang lalu yang disertai oleh tradisi Neolitik dan linguistic yang kemudian berkembang pesat di wilayah Pasific dan Oceania.

Kemunculan Homo erectus di Pulau Jawa sangat dipengaruhi oleh factor iklim dan lingkungan bumi pada saat itu.  Sekitar 2,5 juta tahun yang lalu, iklim bumi sangat dipengaruhi oleh zaman glacial dan zaman inter-glacial. Fenomena tersebut diakibatkan oleh perubahan posisi bumi terhadap matahari yang mengakibatkan adanya perbedaan pembagian energi matahari yang diterima oleh bumi.

Pada zaman glacial keadaan iklim lebih dingin dan air terkumpul dalam bentuk es di daerah-daerah seperti wilayah Asia Barat dan Eropa. Hal ini menyebabkan kandungan air laut berkurang, akibatnya permukaan air laut menjadi turun. Sebagai contoh, pada puncak zaman glacial yang terakhir (sekitar 18.000 tahun yang lalu) permukaan air laut terletak100 m lebih rendah dari permukaan sekarang.

Fenomena glacial–inter-glacial ini mempengaruhi bentuk kepulauan Indonesia. Pada masa tersebut, laut Jawa dan laut Cina Selatan mengalami penurunan permukaan air sehingga mengakibatkan terbentuknya daratan (landbridges) yang sangat luas yang menggabungkan pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa dan dataran Asia menjadi satu kesatuan. Dataran inilah yang kemungkinan dijadikan jalur migrasi manusia (begitu pula hewan) dari wilayah Asia ke wilayah Indonesia, terutama ke pulau Jawa.

Menetap dan Punah di Pulau Jawa?

Berdasarkan beberapa penelitian prasejarah, Manusia Purba atau Homo erectus ditemukan di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Timur seperti di Sangiran-Sragen, Ngandong, Ngawi, Mojokerto dan wilayah lainnya. Temuan tersebut berupa fosil-fosil manusia beserta peralatannya berupa alat batu dari berbagai jenis dan bahan serta fosil-fosil binatang, terutama dari jenis-jenis binatang besar seperti Gajah Kerbau dan Rusa.

Situs Sangiran kemungkinan merupakan tempat yang paling ideal untuk kelompok ini. Hal ini jelas berdasarkan jumlah temuan individu yang ditemukan. Lebih dari 50% temuan Homo erectus di dunia ditemukan di wilayah ini.

Punahnya H.erectus masih merupakan misteri yang debatable. akibat bencana alam, penyakit, atau menipisnya persediaan makanan. Semua memiliki asumsi tersendiri. Dari lokasi penemuan setiap Individu di Pulau Jawa nampak mereka bergerak mengikuti aliran air. Dan pergerakan ini berakhir sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Dan setelah itu, mulailah kejayaan kelompok manusia yang lebih modern, kejayaan H. sapiens.

H.erectus sang penjelajah dunia, merekalah kelompok pertama yang menginvansi tanah nan subur ini, Tanah Jawa.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: